
Selama lebih dari 400 tahun, para awak luar angkasa mempelajari matahari dari jarak jauh. Sekarang, tim dari Agen Luar Angkasa Eropa atau European Space Agency (ESA) bersama-sama dengan NASA berencana mengirim misi luar angkasa untuk menjelajahi bintang paling terang tersebut.Misi luar angkasa ini bertujuan mendekati titik pusat matahari. Upaya ini nantinya diharapkan akan mengungkapkan jawaban dari sederet pertanyaan mengenai matahari, termasuk mengapa lapisan atmosfir di luar angkasa lebih panas dari permukaannya, apa yang menyebabkan terjadinya angin solar dan bintik matahari.Pesawat luar angkasa yang berangkat dalam misi ini akan menempuh perjalanan lebih dari 70 juta mil menuju sistem solar yang kurang bersahabat dimana temperaturnya yang...