Welcome to KomputerUnik

Selamat datang di KomputerUnik, yang menyediakan ribuan postingan yang bisa menjadi solusi bagi anda yang sedang bingung. KomputerUnik menyediakan software-software yang mendunia, seperti Office 2010, Adobe Photoshop CS5, dll.

Selain itu terdapat juga fakta-fakta tentang kehidupan, misteri, keanehan serta berita terbaru. KomputerUnik juga melayani apabila ada yang membutuhkan postingan, khususnya software.

Sabtu, 01 Januari 2011

10 Kesalahan Fatal Nurdin Halid Selama Menjabat Ketua PSSI

Sejak tahun 2004 lalu, Nurdin Halid akrab dengan masalah hukum. Masuk bui, keluar bui, bukanlah hal yang aneh baginya.

Pada 16 Juli 2004, ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) periode 2004-2009 ini ditahan sebagai tersangka kasus penyelundupan gula impor ilegal 73 ribu ton. Nurdin kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi Indonesia (KDI).


Hampir setahun kemudian (16/6/05), dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA. Baru pada 13 Agustus 2007, MA menyatakan Nurdin bersalah dan divonis 2 tahun penjara.


Nurdin kemudian dituntut 10 tahun penjara dalam kasus gula impor ilegal 56 ton dengan kerugian negara Rp 3,4 miliar pada September 2005. Namun dakwaan ditolak majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara pada 15 Desember 2005 karena BAP perkaranya dinilai cacat hukum.

Selain kasus tersebut, Nurdin juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Dia pun mendekam di Rutan Salemba.

Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia [sumber www.detik.com]

Dalam dunia sepakbola, ini daftar 10 dosa Nurdin Halid :

1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.

2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra Gresik, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.

3. Terindikasi jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004), Persipura Jayapura (2006), Persik Kediri (2006), Sriwijaya FC Palembang (2007), Persipura Jayapura (2008/2009).

4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni tahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdindi penjara). Terakhir 2010 mengajak timnas pelesiran politik sehingga tak bisa konsentrasi dalam final piala AFF 2010.

5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.

6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.

7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI lainnya seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.

8. Tak punya kekuatan untuk melobi pihak kepolisian sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.

9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.

10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.
source: http://seopintar.blogspot.com/2010/12/inilah-10-kesalahan-fatal-nurdin-halid.html

Kamis, 30 Desember 2010

Safee Tunggu Dipinang Klub Indonesia

Safee Sali/ Foto: Reuters

JAKARTA - Safee Sali mulai berpikir mencari peruntungan di luar Malaysia. Dia mengaku saat ini tengah menunggu pinangan dari klub-klub asal Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Striker andalan Harimau Malaya tampil apik selama perhelatan AFF Cup 2010. Selain berhasil mempersembahkan trofi, dia juga berhasil menyabet gelar topskor dengan mencetak lima gol.

Pencapainnya tersebut ternyata belum membuat Safee puas. Terus terang dia menyatakan ingin lebih mengembangkan potensi dengan bermain di luar Malaysia.

"Sebagai seorang pemain profesional tentu saya ingin mencoba pengalaman bermain di luar jika ada peluang dan tawaran. Saya sendiri masih menunggu tawaran baik itu dari Indonesia ataupun Asia Tenggara," ujar Safee dalam konfrensi pers usai pertandingan final kedua melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora BUng Karno (SUGBK), Rabu (29/12/2010).

Mengenai penghargaan sebagai penyerang paling subur selama pagelaran, pria 26 tahun mengucap syukur. Dia juga menyatakan kalau hasil yang diraih adalah berkat kerjasama tim.

"Saya tidak menyangka bisa mendapat trofi ini. Saya hanya bekerja keras. Syukur Alhamdullilah ini adalah hasil dari usaha sekaligus kerjasama tim," tuntasnya.

Indonesia Gagal, Desakan Ketua PSSI Mundur Bergelora

F: Nurdin Halid (Koran SI)





















JAKARTA – Laga final leg kedua AFF Suzuki Cup 2010 memang bukan hanya memberikan kenangan pahit bagi timnas Indonesia, tapi juga untuk Ketua Umum PSSI Burdin Halid.

Kemenangan 2-1 yang dipetik skuad Garuda atas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010) malam tadi, memang tak cukup untuk mengantar Firman Utina dkk tampil sebagai juara. Kekalahan 3-0 di Bukit Jalil, tiga hari sebelumnya, memaksa Indonesia merelakan trofi juara direbut Safiq Rahim dkk dengan agregat 4-2.

Terlepas dari kegagalan timnas berjaya di AFF Suzuki Cup 2010, hasil ini ternyata juga berdampak pada posisi Nurdin Halid sebagai pimpinan otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia.

Selepas laga, seluruh fans Garuda yang kecewa kompak meneriakkan yel-yel , Nurdin turun… Nurdin turun.. Nurdin turun… Cemoohan fans juga tak bisa dibendung kala nama pria asal Bugis ini disebut dalam acara pemberian trofi.

“Ya, Nurdin harus bertanggung jawab atas kegagalan timnas. Dia harus mundur, karena terbukti tak becus mengurus timnas,” curhat Eki, seorang pendukung timnas yang kecewa.

“Dia harus bertanggung jawab, mulai dari masalah buruknya pelayanan tiket, hingga membawa olahraga ke panggung politik dengan membawa para pemain ke acara-acara yang tidak penting. Intinya dia harus mundur,” lanjut warga Menteng yang harus duduk menumpang di tribun khusus wartawan lantaran, tak mendapat kursi padahal membeli tiket seharga 1 juta (VVIP).

Ya, sejak tampil sepanjang babak penyisihan grup hingga melaju ke final, para timnas Indonesia memang bak diperlakukan bak selebritis. Mereka pun kerap diajak untuk menghadiri acara-acara yang cukup menyibukkan dan tidak berkaitan langsung dengan sepak bola.

Pelatih Alfred Riedl sendiri sempat mengakui, bila kekalahan 0-3 Indonesia atas Malaysia pada pertemuan pertama di Bukit Jalil, Minggu lalu, tak lepas dari faktor nonteknis. Pelatih Australia menilai, porsi kelewat berlebihan yang diberikan media massa dan PSSI sedikit-banyak telah mengganggu konsentrasi anak asuhnya.

sumber : okezone.com

Okto Bertekad Asah Kemampuan

F: Oktovianus Maniani (Koran SI)





















JAKARTA – Oktovianus Maniani tampil sebagai salah satu pemain yang menjadi aset berharga timnas Indonesia di masa depan. Namun, untuk bisa benar-benar menjadi andalan timnas, Mutiara Hitam dari Papua ini bertekad mengasah kemampuannya.

Sejak awal turnamen AFF Suzuki Cup 2010 digelar pada 1 Desember silam, Okto memang tampil sebagai salah satu pemain yang cukup bersinar, bersama dengan pemain anyar lain seperti duo naturalisasi, Cristian ‘El Loco’ Gonzales dan Irfan Bachdim.

Okto, yang baru berusia 20 tahun berhasil membuka mata publik Indonesia sekaligus melupakan kekecewaan terkait tidak dipanggilnya Boaz Salossa karena kasus indisipliner.

Winger Sriwijaya FC yang ditugaskan beroperasi di sayap kiri ini kerap menebar ancaman dengan kecepatan aksi-aksi ciamiknya dalam mengolah si kulit bundar. Hasilnya, satu gol pun berhasil disarangkan Okto saat melawan Laos.

Sayang, bakat yang dimilikinya tersebut belum terasah dengan baik. Okto dinilai banyak kalangan masih punya beberapa kekurangan, salah satunya dalam visi bermain.

Sadar akan kekurangannya, Okto bertekad untuk terus mengasah kemampuannya. Dia bahkan mengaku tak sungkan untuk meminta bantuan kepada pemain seniornya untuk membimbingnya menjadi pemain yang lebih baik, sebagai persiapan menuju Sea Games 2011, Desember nanti.

“Saya akan belajar dan bekerja lebih keras untuk bisa tampil lebih baik lagi. Saya harus memperbaiki penampilan terrutama dalam hal crossing (umpan silan) dan juga ketenangan,” tuturnya kepada wartawan usai laga. “Saya akan belajar banyak dari kakak Boaz Salossa,” lanjutnya.

Sekain kurang matang dalam hal visi permainan, Okto juga diketahui memiliki kekurangan dalam hal kontrol emosi. Diketahui, ayah dua anak ini terpaksa absen pada leg kedua final AFF melawan Malaysia, malam tadi, menyusul hukuman akumulasi dua kartu kuning yang didapatnya saat bermain melawan Filipina di leg pertama dan leg pertama melawan Malaysia di Bukit Jalil.

sumber : okezone.com

Sejarah Pertama Malaysia (Video)

F: Selebrasi pemain Malaysia (daylife)






















JAKARTA - Malaysia untuk kali pertamanya dalam sejarah keluar sebagai juara AFF Cup 2010, usai mengatasi perlawanan Indonesia. Malaysia memang kalah 1-2 di leg kedua, Rabu (29/12/2010). Namun, Malaysia unggul agregat 4-2, setelah pada leg pertama menang 3-0.

Kedua tim memulai laga kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan situasi yang kontras. Indonesia mengusung kewajiban harus menang dengan agregat lebih dari tiga gol. Sebaliknya, Malaysia sudah mengantongi kemenangan tiga gol bisa bermain dengan sedikit lebih tenang.

Ketegangan terlihat dari para pemain Indonesia, dimana kontrol bola yang sering salah dan kerap memaksakan umpan jauh, di awal babak pertama. Pelatih Alfred Riedl memasang formasi terbaiknya, minus Oktovianus Maniani yang menjalani skorsing. Posisinya digantikan Arif Suyono.

Duet Irfan Bachdim-Christian Gonzales menjadi andalan dalam menekan pertahanan Malaysia. Peluang diperoleh Gonzales dengan mendapat umpan terobosan, sayang masih terjebak offside. Percobaan tendangan Arif Suyono pun masih bisa dibendung bek Malaysia.

Hands ball dilakukan oleh Sabre Mat Abu di dalam kotak penalti pada menit 18. Wasit langsung menunjuk titik putih. Sayang, Firman yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugas. Tendangan Firman bisa ditangkap kiper Malaysia, Khairul Fahmi.

Umpan silang manis dilakukan oleh Ridwan, mengarah kepada Gonzales, hanya saja sundulan El Loco masih belum menemui sasaran. Begitu juga dengan peluang Ridwan. Umpan terobosan Suyono, gagal dimaksimalkan Ridwan, setelah bola ditangkap Fahmi.

Arif Suyono mendapat peluang emas mencetak gol. Sayang pemain Arema Indonesia ini gagal, kendati sudah tinggal berhadapan dengan kiper Malaysia. Bola disundul Arif, tapi terlalu lemah dan mampu ditangkap kiper. Tendangan keras kaki kiri Gonzales, juga masih melambung.

Kemelut terjadi di mulut gawang Malaysia pada penghujung babak pertama. Sundulan Hamka Hamzah jatuh tepat di depan garis gawang Malaysia. Hanya mampu disapu pemain belakang Malaysia.

Indonesia memang menguasai jalannya babak pertama. Tapi, tidak ada gol yang tercipta dan Merah Putih tetap tertinggal 0-3.

Permainan Indonesia sama sekali belum berkembang di babak kedua. Indonesia malah harus kebobolan di menit 54. Safee Sali mampu mencetak gol, melalui serangan balik cepat. Sprint Sali mengalahkan dua bek Indonesia, dengan tenang Sali melepaskan tendangan menaklukkan Markus Haris Maulana.

Alfred Riedl memasukan Eka Ramdani dan Bambang Pamungkas, menggantikan Firman Utina dan Irfan Bachdim. Arif Suyono juga ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Toni Sucipto.

Gol yang ditunggu publik Indonesia akhirnya tercipta di menit 72. Pergerakan individu dilakukan dengan baik oleh Ahmad Bustomi. Tendangan Bustomi masih bisa diblok kiper, bola rebound mengarah kepada M Nasuha yang berdiri bebas, tendangan Nasuha pun bersarang di gawang Malaysia.

Indonesia kembali mampu menambah gol kedua menit jelang bubaran. Kali ini Ridwan yang mencetak gol, melalui tendangan keras. Skor 2-1 menjadi hasil akhir pertandingan dan hasil ini cukup membawa Malaysia menjadi juara AFF Cup 2010.


Susunan Pemain:
Indonesia: Markus Haris Maulana; Zulkifli Syukur, Maman Abdurrahman, Hamka Hamzah, M Nasuha; M Ridwan, Firman Utina (Eka Ramdani '57), Ahmad Bustomi, Arif Suyono (Tony Sucipto '70); Cristian Gonzales, Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas'57).


Malaysia: Khairul Fahmi Che Mat; Mohd Asrarrudin Putra Omar, Mohd Muslim Ahmad, Mohd Fadhli Mohd Shas, Mohd Sabre bin Mat Abu; Ashari Bin Samsudin (Mohd Amri Yahyah '78), Mohd Safiq Rahim, Amar bin Rohidan (Razman Roslan '61), Kunanlan Subramaniam; Norshahrul Idlan Talaha, Mohd Safee bin Mohd Sali (Izzaq Faris Ramlan '90)

sumber : liputan6.com & youtube.com

KomputerUnik in Facebook

Pengikut

 
Di Edit Ku Aditiyo Eka Nugraha | KomputerUnik | Terima kasih kepada semua pendukung KomputerUnik