Welcome to KomputerUnik

Selamat datang di KomputerUnik, yang menyediakan ribuan postingan yang bisa menjadi solusi bagi anda yang sedang bingung. KomputerUnik menyediakan software-software yang mendunia, seperti Office 2010, Adobe Photoshop CS5, dll.

Selain itu terdapat juga fakta-fakta tentang kehidupan, misteri, keanehan serta berita terbaru. KomputerUnik juga melayani apabila ada yang membutuhkan postingan, khususnya software.

Minggu, 04 Juli 2010

10 Pelukis Indonesia dengan lukisan terkecil

10. Zaenal beta
Ada terobosan baru dari Zaenal Beta dalam peta perjalanan seni rupa Makassar. Bersama dengan seniman Makassar lainnya yaitu S. Mamala, mereka membuat lukisan-lukisan yang berukuran sangat mini atau biasa disebut 'micro painting'. Kita dapat menikmati karya mereka terpajang di ruang gedung DKM Fort Rotterdam Makassar. Karena ukurannya yang mini, telah disiapkan kaca pembesar bagi yang ingin melihat detil lukisan. Micro Painting ini adalah salah satu alternatif cinderamata andalan Kota Daeng, Makassar.

9. Muryadianto, Pelukis biji wijen
Murdiyanto adalah pelukis biji wijen yang berasal dari Bangil. Muryadianto tinggal di Kelurahan Latek Kecamatan Bangil. Warga setempat lebih mengenal Mur -panggilan Muryadianto- sebagai seorang pekerja di toko bangunan di kawasan tersebut. Yakni UD Mandiri, milik H Syafi'i.
Muryadianto adalah pria asal Ngawi kelahiran 4 April 1973. Ia tak pernah menyangka jika biji wijen yang ia beli seperempat kilogram di pasar Bangil itu beberapa tahun lalu akhirnya bisa jadi lukisan apik. Jadi logo Nahdlatul Ulama (NU), Pemkot Pasuruan hingga logo klub sepak bola mancanegara.

8. Ki Djoko Sutedjo (3x3 cm)
Pelukis terkenal asal Semarang ini pernah menjadi rekoris Muri, karyanya yaitu lukisan wayang terkecil yang berukuran 3x3 cm ini tercatat di Muri pada tahun 1998.

7. S. mamala (1,5-2 cm)
Pelukis yang berasal dari Makassar ini, berkerja sama dengan Zaenal Beta membuat lukisan terkecil. Lukisan mikronya yang terkenal adalah lukisan Sultan Hasanudin yang berukuran 1,5-2 cm, dibutuhkan kaca pembesar untuk melihat lukisan ini.

6. Abu Naam (1x1 cm)

Tercatat dalam rekor Muri dengan lukisan airbrush terkecil yang berukuran 1x1 cm.

5. Jupri Abdullah (0,5x0,5 cm)
Di antara sekian banyak pelukis di Jawa Timur, Jupri Abdullah tergolong pelukis mikro yang membuat lukisan mikro Presiden AS Barack Obama dan almarhum Gus Dur. Jupri yang asli Pandaan, Pasuruan, ini juga kerap bikin heboh dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Nama Jupri Abdullah mulai akrab dengan Museum Rekor Indonesia (Muri) sejak 2003. Saat itu Jupri dinobatkan sebagai sebagai pelukis kaligrafi terkecil di Indonesia. Lukisan kaligrafinya berukuran 0,5 x 0,5 sentimeter.

4. Moselis Arief (3x3 mm)
Pelukis yang sedang diusulkan sebagai rekoris Muri dengan lukisan wajah Soekarno sebesar 3x3 mm.

3. Iwan Ridwan (2x3 mm)
Iwan Ridwan, seorang pelukis asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pria berusia 35 tahun ini malah sedang getol-getolnya membuat lukisan mini, yang hanya bisa dinikmati dengan kaca pembesar. Lukisannya yang terkecil berukuran 2x3 mm yaitu lukisan wajah Alm. Gus Dur.
Ada beberapa lukisan Iwan Ridwan yang berukuran super mini diantaranya lukisan wajah Bung Karno (4x16 mm), wajah Soeharto (8x12 mm) dan tokoh lawak Indonesia Gogon (3x5 mm).

2. Didik Saifudin Zuhri (0,5 mm)

Karya kaligrafi yang lazim dikenal biasanya dibuat dengan tampilan yang jelas terbaca tanpa menghilangkan unsur seni. Namun di Malang, Jawa Timur ditemukan seni kaligrafi hanya berukuran setengah milimeter. Adalah Haji Didik Saifuddin Zuhri yang dikenal sebagai pelukis kaligrafi mikro.
Karya kaligrafinya yang paling fenomenal adalah lafal Basmalah berlatar belakang Ka'bah dan Hajar Aswad berukuran 1,5 milimeter. Ia memerlukan waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya karena memakai huruf lebih banyak. Sayang, kaligrafi mikro yang diklaim terkecil di dunia ini ditolak Museum Rekor Indonesia (MURI).

1. Deddy Efendy (0.4x0,45 mm)
Deddy Effendie adalah seorang pelukis yang berkarya dengan lukisan-lukisan super mini. Lukisan terkecilnya berukuran 0,4 mm x 0,45 mm yang menggambarkan seekor kucing sedang makan tikus dengan mulut yang berdarah-darah dan ekor tikus yang masih menjuntai di mulut kucing, dibutuhkan kaca pembesar untuk melihat lukisan tersebut.

10 Stasiun kereta api tertua di Indonesia (revisi)

Pertama tama saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk kesalahan dalam artikel saya. Menanggapi beberapa email & komentar yang masuk tentang adanya kesalahan informasi dalam artikel saya yang berjudul "10 Stasiun kereta api tertua di Indonesia", maka kali ini saya ingin merevisi kembali postingan saya tersebut.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Kang Asep & Mas Doni dari IRPS yang telah memberikan petunjuk dan informasi yang saya butuhkan, ucapan terima kasih juga kepada sahabat-sahabat blogger untuk kritik & saran terhadap blog saya.
Setelah berhari-hari berkutat mencari sumber yang valid bersama paman google, saya bisa menyelesaikan edisi revisi "10 Stasiun kereta api tertua di Indonesia". Walau begitu saya tetap membutuhkan kritik dan saran dari sahabat blogger dan para pengunjung.


10. Stasiun Purwosari (1875)
Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 502, Purwosari, Lawiyan, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +98 m dpl ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875, dan merupakan salah satu stasiun tertua di Surakarta. Pembangunannya ditangani oleh NISM. Stasiun Purwosari berada di wilayah Mangkunegaran.

9. Stasiun Solo Balapan (1873)

Stasiun Solo Balapan (kode: SLO, +93m) adalah stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873)

8. Stasiun Ambarawa (1873)

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

7. Stasiun Lempuyangan (1872)
Stasiun Lempuyangan (kode: LPN, +114 m dpl) adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta. Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan.

6. Stasiun Semarang Tawang (1868)
Stasiun Semarang Tawang (kode SMT) adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta api ekonomi tidak singgah di stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia setelah Semarang Gudang dan diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

5. Stasiun Kedungjati (1868)
Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 m dpl ini berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun Kedungjati merupakan stasium tertua yang dibangun pada tahun 1868 oleh perusahaan swasta Belanda dan saat ini masih dipergunakan. Stasiun Kedungjati diresmikan pada bulan 21 Mei 1873. Arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Willem I di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi jalur KA dari Kedungjati ke Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi pada tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester dengan peron berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14,65 cm.

4. Stasiun Alasteowa (1867)

Stasiun Alastuwa (ATA) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +6 m dpl ini termasuk dalam Daops 4 Semarang. Peron stasiun ini berbentuk pulau. Stasiun ini dapat terlihat dari jembatan layang di Jl. Raya Bangetayu-Pedurungan ke arah timur.
Terdapat 4 jalur di Stasiun Alastuwa. 1 jalur masih menggunakan bantalan kayu, 2 jalur masih menggunakan bantalan besi, dan 1 jalur sudah menggunakan beton.
Stasiun Alastuwa biasa menjadi tempat perhentian bagi kereta api dari arah timur yang hendak ke barat apabila Stasiun Semarang Tawang tergenang banjir atau penuh jalurnya maupun terjadi kemacetan parah di Jl. Raya Kaligawe.

3. Stasiun Broemboeng (1867)
Stasiun Brumbung (BBG) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kembangarum, Mranggen, Demak. Stasiun yang terletak pada ketinggian +18 m dpl ini berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Dibangun pada tahun 1867, stasiun ini terletak tak jauh dari jalan raya Semarang-Purwodadi. Di timur stasiun ini terdapat Pasar Ganefo.
Dari arah Semarang (barat laut), Stasiun Brumbung merupakan tempat percabangan bagi jalur rel ke Surabaya (timur) dan Surakarta (tenggara). Dengan posisi demikian, peron Stasiun Brumbung berbentuk pulau.

2. Stasiun Tanggung (1867)

Stasiun Tanggung (TGG) adalah sebuah stasiun kereta api yang terletak di Tanggungharjo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Dengan ketinggian ±20 m dpl, Stasiun Tanggung terletak di Daerah Operasi 4 Semarang.
Stasiun Tanggung merupakan salah satu stasiun KA tertua di Indonesia. Pada tanggal 10 Agustus 1867, jalur KA pertama dibuka, antara Semarang-Tanggung yang berjarak 25 kilometer, oleh Gub. Jend. Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele. Bangunan stasiun yang didirikan pertama kali telah dibongkar pada tahun 1910, kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru, yang dapat dilihat sampai sekarang. Pada pertengahan tahun 1980-an, stasiun ini pernah hendak dibongkar dan ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Kini, Stasiun Tanggung tidak lagi berfungsi menaikkan atau menurunkan penumpang, tetapi hanya sebagai stasiun pengawas keamanan perjalanan kereta api di lintasan Brumbung-Gundih, karena seringnya kereta api dilempari batu di sekitar stasiun ini. Karena fungsinya yang terbatas, tidak ada jalan keluar masuk kendaraan ke stasiun. Jalan masuk kendaraan melalui perumahan penduduk yang dibangun di pekarangan stasiun dengan menyewa kepada PT Kereta Api.

1. Stasiun Semarang NIS/Semarang gudang/Tambaksari (1864)

Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini.

Casillas Tahan Penalti berkat Saran Reina


Johannesburg- Iker Casillas berperan besar mengantar Spanyol ke semifinal Piala Dunia 2010 dengan menahan penalti Paraguay. Apa resepnya? Ternyata berkat sarand ari Pepe Reina.

Spanyol mengalahkan Paraguay 1-0 dalam pertandingan perempatfinal yang digelar di Soccer City, Johannesburg, Minggu (4/7/2010) dinihari WIB. Gol tunggal kemenangan El Matadordibukukan oleh David Villa.

Namun selain Villa, pahlawan Spanyol tak pelak lagi adalah Casillas. Sang kiper membuat dua penyelamatan krusial, di mana yang pertama adalah saat ia menangkap sepakan penalti Oscar Cardozo.

Tendangan Cardozo yang meluncur menuju sisi kiri bawah Casillas berhasil ditebak oleh kiper Real Madrid itu. Bukan sekadar ditepis, tapi bola berhasil ditangkap dengan sempurna.

Rupanya, tebakan jitu Casillas itu adalah berkat saran Reina, kiper ketiga Spanyol, yang mengamati pola tendangan Cardozo saat Paraguay melakoni adu penalti melawan Jepang di perdelapanfinal.

"Pertandingan tadi bisa membuat Anda kena serangan jantung. Banyak-banyak terima kasih buat Reina yang mengatakan ke mana dia (Cardozo) akan menendang," aku Casillas seperti diwartakan Reuters.

Sepakan Cardozo yang menuju sisi kiri kiper memang berbeda dengan saat ia menentukan kemenanganAlbirroja atas Jepang. Saat itu, Cardozo menceploskan bola ke arah kanan kiper Eiji Kawashima.

Spanyol Dinaungi Dewi Fortuna


Foto: Para punggawa Spanyol merayakan gol yang dicetak David Villa/Reuters
JOHANNESBURG – Spanyol harus menunggu hingga menit 83 untuk memastikan satu tiket semifinal Piala Dunia 2010.

Di luar dugaan, skuad besutan Vicente Del Bosque keteteran menghadapi perlawana Paraguay di Ellis Park, Minggu (4/7/2010) dini hari WIB. Spanyol yang dihuni pemain papan atas terlihat percaya diri di awal laga.

Sayang, rapatnya barisan pertahanan La Albirroja membuat para punggawa La Fyria Roja frustrasi. Terbukti dari penguasan bola Paraguay hanya kalah 44% : 56%.

Penampilan impresif kiper Justo Villar juga layak diacungi jempol. Villar sukses menggagalkan sejumlah peluang yang diciptakan David Villa dkk. Hasilnya, hingga turun minum skor kaca mata tak berubah.

Pola permainan di paruh kedua tak banyak berubah. Paraguay yang makin percaya diri terlihat lebih berani menyerang ke barisan belakang Spanyol. La Albirroja mendapat hadiah penalti di menit 59 setelah Oscar Cardozo dilanggar Gerard Pique di kotak terlarang.

Sialnya, Cardozo yang menjadi eksekutor tak mampu memanfaatkan peluang membuka gol. Tendangannya terlalu lemah sehingga dengan mudah terbaca oleh Iker Casillas.

Tak sampai satu menit, serangan balik yang dilancarkan Spanyol membuat Paraguay keteteran. Giliran bek Antolin Alcarcaz yang melanggar David Villa di area terlarang.

Xabi Alonso sebenarnya sukses menembakkan bola ke gawang Villar. Tapi, wasit menganulir gol tersebut sehingga tendangan penalti diulang. Namun, lagi-lagi keberuntungan belum berpihak pada Spanyol. Eksekusi ulangan yang dilakukan Xabi justru gagal berbuah gol.

Kedua tim saling melakukan serangan. La Furia Roja baru bisa memecah kebuntuan di menit 83 melalui striker David Villa. Punggawa anyar Barcelona ini memanfaatkan bola rebound yang dilepaskan Pedro Rodriguez setelah mendapat umpan matang Andres Iniesta.

Gol tunggal Villa akhirnya membawa La Furia Roja melangkah ke semifinal dan akan berhadapan dengan Jerman, Kamis (8/7/2010) dini hari WIB. Jerman merebut tiket semifinal setelah menghancurkan Argentina 4-0 kemarin malam.

Susunan Pemain

Paraguay: Justo Villar; Dario Veron, Paulo da Silva, Antolin Alcaraz, Claudio Morel; Victor Caceres (Barios 84’), Jonathan Santana, Edgar Barreto (Vera 64’), Cristian Riveros; Nelson Haedo Valdez (Santa Crus 72’), Oscar Cardozo

Spanyol: Iker Casillas; Sergio Ramos, Gerard Pique (Marchena 84’), Carles Puyol; Joan Capdevila, Sergio Busquets, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Xabi Alonso (Pedro 75’), Fernando Torres (Fabregas 56’), David Villa

Panser Luluhlantakkan Tango


Liputan6.com, Cape Town:
Tidak ada keindahan tarian Tango. Yang ada keganasan para Panser muda Jerman dalam menyatroni gawang lawan. Secara meyakinkan "Tim Panser" meluluhlantakkan Argentina empat gol tanpa balas di Stadion Cape Town, Sabtu (3/7), untuk melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2010.

Jerman kembali menunjukkan superioritasnya. Miroslav Klose menyumbang dua gol, sedangkan dua lainnya masing-masing disumbangkan Thomas Mueller dan Arne Friederich. Langkah Jerman untuk merengkuh gekar juara untuk keempat kalinya. Di babak selanjutnya Jerman menunggu pemenang partai Spanyol versus Paraguay dini hari nanti.

Jerman sudah membuka kemenangan ketika babak pertama baru berjalan tiga menit. Adalah Thomas Mueller yang menjebol gawang Argentina. Mueller lebih cepat menyongsong tendangan bebas Bastian Schweinsteiger dibanding Nicolas Otamendi untuk mempecundangi kiper Sergio Romero. Jerman unggul 1-0.

Gol cepat itu membuat anak-anak asuhan Joachim Loew bermain tenang, meski Argentina berusaha menyamakan kedudukan. Akan tetapi serangan Argentina kurang terpola sebagai sebuah kesatuan. Lionel Messi juga tidak tampak pergerakan, sentuhan dan tembakan magisnya. Bahkan pada menit ke-24, Klose nyaris menggandakan keunggulan jika saja ia bisa lebih tenang menyelesaikan umpan matang Muller.

Jala gawang Jerman bergetar pada menit ke-37, namun gol yang dihasilkan kaki Gonzalo Higuain dianulir wasit lantaran hakim garis sudah mengangkat bendera. Babak pertama di tutup dengan keunggulan tipis 1-0 untuk Jerman.

Argentina menggebrak setelah jeda melalui tendangan Angel Di Maria, tapi selebihnya kembali serangan “Tim Tango” menemui kebuntuan. Serangan Albiceleste lebih mengandalkan skill individu pemain dan tendangan jarak jauh yang bisa diantisipasi Manuel Neuer atau melenceng. Serangan yang dibangun Argentina justru menciptakan lubang-lubang di pertahanan yang sepertinya bisa dibaca Jerman.

Hasilnya tiga gol ditambahkan ke gawang Argentina. Di saat serangan Argentina buntu dalam upaya menyamakan kedudukan, Lukas Podolski menyodorkan umpan matang yang diselesaikan dengan mudah oleh Klose pada menit ke-67. Jerman memimpin 2-0. Gol ketiga Jerman datang di menit ke-74 melalui kaki Arne Friedrich. Gol ini berawal dari penetrasi Schweinsteiger yang melewati tiga pemain lawan.

Kemenangan fantastis ditutup Klose satu menit sebelum waktu normal berakhir. Lukas Podolski mengirim umpan ke Mesut Ozil dengan serangan cepatnya. Ozil kemudian mengirim umpan lambung yang dengan sigap diteruskan Klose dengan tendangan voli yang menambah jumlah golnya di PD 2010 menjadi empat buah. Gol ini praktis ‘membunuh’ moral bertanding Lionel Messi dkk.

Susunan pemain:
Argentina: Sergio Romero; Nicolas Otamendi (kk) (Javier Pastore 70), Martin Demichelis, Nicolas Burdisso, Gabriel Heinze, Javier Mascherano (kk), Maxi Rodriguez, Angel Di Maria (Sergio Aguero 76), Lionel Messi, Carlos Tevez, Gonzalo Higuain.
Jerman: Manuel Neuer; Philipp Lahm, Arne Friedrich, Per Mertesacker, Jerome Boateng (Marcell Jansen 72), Thomas Mueller (kk) (Piotr Trochowski 83), Sami Khedira (Toni Kroos 78), Bastian Schweinsteiger, Lukas Podolski, Mesut Ozil, Miroslav Klose.
Wasit: Ravshan Irmatov (Uzbekistan).

KomputerUnik in Facebook

Pengikut

 
Di Edit Ku Aditiyo Eka Nugraha | KomputerUnik | Terima kasih kepada semua pendukung KomputerUnik