Welcome to KomputerUnik

Selamat datang di KomputerUnik, yang menyediakan ribuan postingan yang bisa menjadi solusi bagi anda yang sedang bingung. KomputerUnik menyediakan software-software yang mendunia, seperti Office 2010, Adobe Photoshop CS5, dll.

Selain itu terdapat juga fakta-fakta tentang kehidupan, misteri, keanehan serta berita terbaru. KomputerUnik juga melayani apabila ada yang membutuhkan postingan, khususnya software.

Senin, 28 Juni 2010

10 Pelatih Sepak Bola Termahal di Dunia

Pelatih berperan penting dalam kesuksesan tim sepak bola. Koran Italia La Gazzetta dello Sport mempublikasikan 10 pelatih sepak bola termahal di dunia. Di bawah ini adalah kesepuluh pelatih tersebut.

1. Fellipe Scolari ( 16.6 juta euro per tahun)

Luiz Felipe Scolari

Lahir 9 November 1948 di Passo Fundo, Rio Grande do Sul. Big Phil (julukannya) mulai menanjak karirnya semenjak berhasil membawa Ronaldo cs mengangkat trofi Piala Dunia 2002.

2. Jose Mourinho ( 11 juta euro per tahun)

Jose Mourinho

Lahir 26 January 1963, Maurinho terkenal dengan gayanya yang necis dan eksentrik yang kerap memancing kontroversi di media pers. Sebagai seorang pelatih muda Maurinho memang sudah kesohor akan kemampuannya dalam kejeniusannya menganalisa taktik permainan. Mulai muncul di permukaan saat meraih Liga champion 2004 bersama FC Porto dengan menaklukan AS Monaco 3-0 di final. Alhasil ia pun direkrut chelsea yang kala itu sedang dalam proses membangun emperium eropa bersama Abrahamovic-nya.

Salah Satu statement terkenal yang dilontarkanya ketika bergabung pertama kali dengan Chelsea adalah “Please don’t call me arrogant, but I’m European champion and I think I’m a special one”

3. Fabio Capello ( 11 juta euro per tahun)

Fabio Capello

Seorang manajer berkebangsaan Italia. Merupakan contoh pelatih bertangan dingin yang lebih mementingkan hasil ketimbang permainan. Ia sempat merasakan masa keemasan bersama AC Milan di periode 90-an dengan trio Belandanya.

4. Sir Alex Ferguson (7 juta euro per tahun)

Sir Alex Ferguson

Lahir 31 Desember 1941 di Glasgow, Skotlandia. Salah satu manager terbaik sepanjang masa. Merupakan tokoh penting dibalik berdirinya emperium raksasa Eropa, Manchester United.

5. Roberto Mancini (6 juta euro per tahun)

Roberto Mancini

Lahir 27 ovember 1964 Ancona, Italia. Merupakan manager muda yang dianggap potensial. Sangat menyukai tipikal formasi menyerang. Namanya muncul di permukaan ketika menjadi asisten pelatih dari Sven Gorran Erricson saat di lazio. Setelah dianggap cukup sukses di lazio pada periode 2002-2004, ia pun akhirnya bergabung dengan raksasa Italia, Inter Milan. Saat ini ia melatih Manchester City.

6. Carlo Ancelotti (6 juta euro per tahun)

Carlo Ancelotti

Lahir 10 Juni 1959 di Reggiolo Italia. Puncak karir kepelatihaanya ketika berhasil meraih berbagai piala bersama raksasa Italia, AC Milan. Ia pun tercatat sebagai salah satu orang yang berhasil meraih Liga Champions baik sebagai pemain ataupun pelatih. Ancelotti saat ini melatih klub Inggris, Chelsea.

7. Manuel Pellegrini ( 5.5 juta euro per tahun)

Manuel Pellegrini

Lahir 16 September, 1953 di Chile. Karir kepelatihaannya banyak dihabiskan dengan mengangani sejumlah klub-klub di Amerika Latin. Namanya mulai naik daun saat berhasil menggenjot Villareal menjadi kuda hitam baik di kompetisi Eropa maupaun liga Spanyol hingga akhirnya kini ia direkrut oleh Real Madrid. Namun, karena dianggap gagal, ia pun dipecat klub raksasa itu.

8. Louis Van Gaal (5.2 juta euro per tahun)

Louis Van Gaal

Lahir di Amsterdam, Belanda 8, agustus 1951. Memulai debut kepelatihaanya bersama Ajax Amsterdam dan meraih berbagai titel bersama klub ini. Ia sukses menjadikan generasi emas Ajax berjaya meraih tahta diantaranya liga champions pada 1994/95. Di periode 2000- 2002 ia sempat menangani tim Der Oranje namun dianggap gagal dan namanya sempat meredup. Di musim 2008/09 Van Gaal kembali menemukan sentuhanya ketika membawa AZ juara liga Belanda menggeser dominasi Ajax dan PSV selama ini. Kini ia kembali mencoba peruntungannya bersama Bayern Muenchen di Bundesliga.

9. Gus Hiddink (5 juta euro per tahun)

Gus Hiddink

Lahir 8 November 1946 di Belanda. Tergolong pelatih yang telah banyak mengenyam asam garam. Berbagai klub serta negara telah merasakan sentuhan manis Hiddink. Salah satu prestasi fenomenalnya adalah membawa tim nasional Korea Selatan hingga semifinal di Piala Dunia 2002.

10. Arsene Wenger (4.8 juta euro per tahun)

Arsene Wenger

Lahir di prancis 22 Oktober 1949. Merupakan rival abadi Fergusson baik di media maupun di lapangan hijau. Si Professor (julukannya) menjadi manager yang tergolong sukses membangun Arsenal menjadi sebuah tim yang kompeten baik di EPL maupun di liga Champions. Sangat handal dalam membina sejumlah pemain muda seperti Henry, Fabregas, dll.

sumber: http://www.blogotainmen.com/10-pelatih-sepak-bola-termahal-di-dunia/

Akibat Gol Lampard yang Dianulir?

BLOEMFONTEIN – Inggris harus menerima kenyataan kalah telah 1-4 dari Jerman, di babak 16 besar Piala Dunia 2010. Bagi Inggris, hasil ini memperpanjang rekor buruk mereka di Piala Dunia.

Inggris sudah tertinggal 2-1 di babak pertama, setelah Jerman mencetak gol lewat aksi Miroslav Klose dan Lukas Podolski. Matthew Upson memperkecil lewat sundulan dan tak lama berselang Frank Lampard mencetak gol.

Hanya, wasit memutuskan jika gol Lampard dianulir setelah menerpa tiang gawang dan dianggap belum melewati garis. Padahal di tayangan ulang bola terligat sudah melewati garis namun memantul kembali keluar sebelum ditangkap kiper manuel Neuer.

Pelatih Inggris Fabio Capello sudah berselebrasi dengan mengayunkan sambil mengepalkan tangannya. Namun, raut wajahnya mendadak berubah ktika mengetahui golnya dianulir.

Saat jeda turun minum dan memasuki ruang ganti, Wayne Rooney berjalan dan menghampiri hakim garis. Dalam gesturnya, Rooney seakan menanyakan kepada asisten wasit tersebut mengapa tidak mengesahkan gol itu. David Beckham yang ikut duduk di bangku cadangan juga melakukan hal yang sama.

Akibat gol Lampard yang dianulir tersebut memberikan efek yang cukup membuat Inggris bermain tidak lepas. Sebaliknya, Jerman kembali bisa mencetak dua gol tambahan di babak kedua.

Pada Piala Dunia 1966, Inggris dan Jerman bermain 2-2 setelah di perpanjangan waktu Geoff Hurst melepaskan tendangan dan membentur mistar gawang. Wasit yang berkonsultasi dengan hakim garis terlebih dulu, akhirnya mengesahkan gol tersebut

Hurst sendiri akhirnya sukses mencetak gol ketiga dan memberikan kemenangan 4-2 sekaligus membawa Inggris juara pada PD 1996, di Stadion Wembley.

Capello Juga Serang FIFA



BLOEMFONTEIN – Pelatih Inggris Fabio Capello masih tidak bisa menerima keputusan wasit yang menganulir gol Frank Lampard. Setelah mengecam wasit, kini Capello juga menghujat Badan Sepakbola Dunia (FIFA).

Lampard berpeluang mengejar skor menjadi 2-2, setelah tendangan kerasnya di babak pertama, membentur mistar gawang dan memantul di belakang garis gawang Jerman. Namun, wasit memutuskan tidak terjadi sebuah gol.

Efeknya cukup besar dimana The Three Lions harus kebobolan dua gol lagi di babak kedua, tanpa bisa mengejar ketinggalan. Inggris pun menyerah 1-4 dan harus angkat koper.

"Saya tidak mengerti mengapa FIFA tidak menerapkan teknologi untuk situasi seperti ini. Kita di sini hanya bisa duduk dan berbicara tentang gol atau tidak gol. Saya tidak mengerti mengapa," jelas Capello.

"Ada kekecewaan dari pemain saat di babak kedua. Itu sangat berpengaruh pada mental, apalagi Jerman juga bermain baik saat menyerang balik hingga bisa menciptakan dua gol tambahan," tutup pelatih asal Italia ini.

Capello kini harus memikirkan laporan pertanggung jawaban dirinya kepada Asosiasi Sepakbola Inggris (FA), atas prestasi dan kinerjanya di Piala Dunia 2010. FA kemungkinan akan mengevaluasi kendati kontrak Capello baru saja diperpanjang hingga 2012.

Argentina, Deja Vu 2006



JOHANNESBURG – Argentina mengatasi perlawanan Meksiko dengan skor 3-1, pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2010, di Soccer City, Johannesburg. Tapi, kemenangan ini membuat Argentina melakoni laga perempat final ulangan 2006 melawan Jerman.

Format kompetisi mengharuskan Tim Tango dan Tim Panser harus kembali bersua di babak perempat final. Pada laga empat tahun lalu, Argentina menyerah di babak adu penalti.

Terlepas dari pertarungan daja vu tersebut, Argentina tampil dengan menunjukan permainan menawan atas wakil Amerika Utara, Meksiko. Tiga gol yang bersarang di gawang Oscar Perez dilesakkan Carlos Tevez (dua gol) dan Gonzalo Higuain. Sementara, lagi-lagi Lionel Messi belum berhasil mencetak gol di Piala Dunia 2010 ini.

Diego Maradona tidak mau berjudi dan tetap memainkan barisan terbaiknya. Maradona sadar bahwa Tim Sombrero bukan lawan sembarangan yang sangat berpotensi menjadi batu sandungan. Trisula maut Messi, Higuain dan Tevez tetap pilihan utama Maradona.

Hasilnya terlihat di menit 26, saat Argentina membalas beberapa peluang milik Meksiko di awal babak kedua. Bola rebound hasil blok kiper Perez, dimanfaatkan Messi dengan sebuah tendangan lob, yang disambar Tevez.

Gol ini sempat diprotes keras oleh pemain Meksiko yang menganggap posisi Tevez sudah terperangkap off-side. Tapi, setelah berdiskusi dengan hakim garis, wasit Roberto Rosetti tetap mengesahkan gol itu.

Namun, hanya enam menit berselang, Argentina mampu menggandakan keunggulan melalui gol ‘bersih’, dari Higuain. Blunder fatal dilakukan Ricardo Osorio yang tidak bisa mengkontrol bola. Higuain dengan cepat menyambar dan melewati kiper sebelum melepaskan tendangan.

Di babak kedua, Tim Tango belum terhentikan. Malah, pasukan Albiceleste menambah keunggulan di menit 53. Tevez melepaskan sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau Perez.

Meksiko sempat memperkecil ketinggalan di menit 71 via aksi Javier Hernandez. Pemain dengan nomor 14 itu, melewati Martin Demichelis sebelum melepaskan tembakan yang membuat Sergio Romero tidak bisa bereaksi apa-apa.

Gol Hernandez itu menjadi gol terakhir di laga ini, setelah tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga sudah selesai.

Formasi Tim:
Argentina - 22-Sergio Romero; 15-Nicolas Otamendi, 2-Martin Demichelis, 4-Nicolas Burdisso, 6-Gabriel Heinze, 14-Javier Mascherano, 20-Maxi Rodriguez, 7-Angel Di Maria, 10-Lionel Messi, 11-Carlos Tevez, 9-Gonzalo Higuain

Meksiko: 1-Oscar Perez; 16-Efrain Juarez, 2-Francisco Rodriguez, 4-Rafael Marquez, 3-Carlos Salcido, 5-Ricardo Osorio, 18-Andres Guardado, 6-Gerardo Torrado, 21-Adolfo Bautista, 17-Giovani Dos Santos, 14-Javier Hernandez

Panser Hancurkan London Bridge



BLOEMFONTEIN – Tim Panser Jerman menggila dengan menghancurkan Inggris 4-1, di Free State Stadium, Mangaung, Bloemfontein pada laga 16 besar Piala Dunia 2010, Minggu (27/6/2010).

Kemenangan besar ini jelas di luar prediksi banyak pihak yang menilai jika laga akan berjalan sengit. Jerman bermain sangat taktis dan mampu memaksimalkan semua peluang emas untuk menjadi gol. Sebaliknya, Inggris tidak disiplin dan selalu kecolongan dari skema serangan balik.

Kehadiran Bastian Schweinsteiger di lini tengah setelah sembuh dari cedera, menambah daya gedor pasukan Joachim Low ini. Schweini bahu membahu dengan Lukas Podolski dan Mesut Ozil.

Sementara skuad terbaik The Three Lions dipasang oleh Fabio Capello dengan harapan bisa mengimbangi lini tengah Jerman yang terkenal solid. Steven Gerrard dan Frank Lampard ditemani Gareth Barry dan James Milner untuk menopang duet Rooney-Defoe.

Baru lima menit laga berjalan, Mesut Ozil sudah mengancam gawang Inggris. Sukses melewati Ashley Cole, Ozil melepaskan tendangan yang masih membentur kaki kiper David James.

Gol pertama Jerman baru tercipta di menit 20. Hanya dua sentuhan yang menjadi proses gol ini, dimana kiper Manuel Neuer melepaskan tendangan jauh ke kotak penalti lawan. Klose yang coba mengejar, memenangkan duel dengan Matthew Upson sebelum menaklukan James.

Tertinggal satu gol membuat Inggris tak punya pilihan selain menyerang dan mencetak gol. Situasi ini membuat Jerman fokus pada pertahanan dan mengandalkan serangan balik. Namun, taktik Jerman lebih jitu dan bisa meredam serangan Inggris.

Gol kedua tercipta di menit 32 melalui aksi Lukas Podolski. Berawal dari sentuhan satu dua antara Klose dan Muller yang mengecoh John Terry. Muller dengan cerdik melepaskan umpan kepada Podolski yang berdiri lebih bebas untuk melepaskan tendangan. Striker milik Bayern Munich ini sukses menempatkan bola melewati celah kaki James.

Inggris berhasil memperkecil ketinggalan di menit 37 melalui sundulan Upson menyambut umpan tendangan Gerrard. Defender milik West Ham United ini bereaksi lebih cepat daripada Neuer.

Beberapa saat setelah gol Upson, drama pun terjadi. Frank Lampard mendapat kesempatan melepaskan tendangan dan bola membentur mistar Jerman. Bola memantul dan dalam tayangan ulang melewati garis gawang. Tapi, wasit menganulir gol tersebut dan Inggris pun batal menyamakan angka.

Drama ini adalah kebalikan dari insiden di final Piala Dunia 1966, dimana pada saat itu bola masih berada di luar garis gawang Jerman, namun disahkan gol buat Inggris oleh wasit. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua menjadi milik Jerman. Inggris tidak berdaya menghadapi kecepatan dua winger Jerman yang menjadi motor serangan balik. Dua gol yang tercipta di babak kedua ini, berawal dari skema counter-attack.

Gol ketiga tercipta di menit 67. Sukses merebut bola dari pemain Inggris, bola diarahakan cepat kepada Schweinsteiger. Gelandang Munich itu menyodorkan umpan kepada Mueller yang tidak terkawal.

Cara yang sama terjadi di gol keempat di menit 70. Namun, kali ini melalui aksi Ozil yang berhasil melewati Gareth Barry. Ozil memanjakan Mueller untuk mencetak gol keduanya di pertandingan ini.

Unggul 4-1 dan dengan sisa waktu 20 menit, membuat kemenangan sudah menjadi milik Jerman. Inggris coba melakukan beberapa perubahan dengan memasukan Joe Cole, Heskey dan Shaun Wright Phillips. Namun, upaya ini tidak menghasilkan apa-apa dan Jerman menjadi tim yang lebih berhak ke babak perempat final.

Formasi Tim:
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng, 13-Thomas Mueller, 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 10-Lukas Podolski, 8-Mesut Ozil, 11-Miroslav Klose

Inggris: 1-David James; 2-Glen Johnson, 15-Matthew Upson, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 16-James Milner, 4-Steven Gerrard, 8-Frank Lampard, 14-Gareth Barry; 19-Jermain Defoe, 10-Wayne Rooney.

KomputerUnik in Facebook

Pengikut

 
Di Edit Ku Aditiyo Eka Nugraha | KomputerUnik | Terima kasih kepada semua pendukung KomputerUnik