Welcome to KomputerUnik

Selamat datang di KomputerUnik, yang menyediakan ribuan postingan yang bisa menjadi solusi bagi anda yang sedang bingung. KomputerUnik menyediakan software-software yang mendunia, seperti Office 2010, Adobe Photoshop CS5, dll.

Selain itu terdapat juga fakta-fakta tentang kehidupan, misteri, keanehan serta berita terbaru. KomputerUnik juga melayani apabila ada yang membutuhkan postingan, khususnya software.

Minggu, 20 Juni 2010

Inilah 8 Pemain Bola yang Dipulangkan Pada Saat Even Piala Dunia

Berita piala dunia 2010
Federasi Sepak Bola Perancis membenarkan bahwa Nicolas Anelka telah dipulangkan dari Afrika Selatan. Striker Perancis ini tidak akan membela "Les Bleus" dalam laga pamungkas penyisihan Grup A
Piala Dunia 2010 melawan tuan rumah Afrika Selatan, Selasa (22/6/10).

Ternyata, Anelka tidak dipakai lagi karena sifatnya yang tidak terpuji kepada pelatih Raymond Domenech. Striker Chelsea ini mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada sang pelatih, yang memintanya untuk tidak terlalu mundur ketika Perancis bertahan.

Sebenarnya, pintu maaf masih terbuka Anelka jika dia mau mengakui kesalahan dan menyatakan penyesalannya. Tetapi, mantan striker Real Madrid ini menolak, sehingga dia terpaksa dipulangkan demi menjaga keutuhan tim yang sedang berjuang keluar dari posisi kritis.


Dengan kejadian ini, maka Anelka menjadi pemain kedelapan yang dipulangkan dari sebuah event Piala Dunia. Pada perhelatan-perhelatan sebelumnya, juga pernah terjadi peristiwa serupa (pemulangan pemain). Berikut daftar pemain-pemain yang pernah dipulangkan:

1. Sigmund Haringer, Jerman, 1934

Bek Jerman ini diduga absen pada pertandingan play-off perebutan posisi ketiga demi memenuhi hasratnya makan sebuah jeruk di peron stasiun kereta api, tanpa permisi. Federesi sepak bola Jerman (DFB) membantah hal ini, dan mengatakan sang pemain dipulangkan karena sakit.

2. Ernst Jean-Joseph, Haiti, 1974

Pemain Haiti ini dipulangkan karena gagal melakukan tes doping setelah timnya kalah 1-3 dari Italia.

3. Willie Johnston, Skotlandia, 1978

Pemain sayap ini ditendang keluar dari skuad Skotlandia karena gagal melewati tes doping setelah mereka kalah dari Peru pada babak penyisihan grup.

4. Uli Stein, Jerman Barat, 1986

Penjaga gawang ini dipulangkan lebih awal karena dia menjadikan pelatih Jerman Barat Franz Beckenbauer bahan tertawaan.

5. Stefan Effenberg, Jerman, 1994

Gelandang elegan ini menunjukkan sikap yang kasar kepada suporter, setelah dia ditarik keluar, saat Jerman meraih kemenangan atas Korea Selatan dalam pertandingan penyisihan grup.

6. Diego Maradona, Argentina, 1994

Playmaker Argentina ini harus dipulangkan lebih awal karena gagal melewati tes doping, setelah timnya memenangkan duel melawan Nigeria pada penyisihan grup.

7. Roy Keane, Irlandia, 2002

Kapten Irlandia ini meninggalkan kamp tim, setelah terlibat sedikit pertengkaran dengan pelatih Mick McCarthy, terkait kualitas fasilitas latihan. Pemain tengah ini memberikan kritik dalam sebuah wawancara dengan suratkabar.

8. Nicolas Anelka, Perancis, 2010

Striker Perancis ini terlempar dari skuad Perancis, karena mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada pelatih Raymond Domenech pada saat turun minum, dalam pertandingan melawan Meksiko di mana Perancis kalah 0-2. Anelka dipulangkan dan dikeluarkan dari timnas perancis dan juga menolak meminta maaf.

Brasil Timbang Blokade Drogba


Liputan6.com, Johannesburg
: Jelang laga krusial dalam lanjutan penyisihan Grup G Piala Dunia (PD) 2010 antara Brasil versus Pantai Gading di Soccer City, Johannesburg, Minggu (20/6) malam nanti atau Senin (21/6) dinihari WIB, Tim Samba menimbang untuk meminta FIFA melarang bomber andalanThe Elephants, Didier Drogba, untuk menggunakan gips.

Seperti diketahui, Drogba mengalami cedera retak pada tulang lengan kanannya ketika bertanding di laga pemanasan melawan Jepang. Karena ngotot ingin tampil Drogba meminta izin dari FIFA untuk mengenakan gips atau pembalut di lengan kanannya ketika bermain melawan Portugal di laga perdana yang berlangsung di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, Selasa (15/6) lalu. Ketika itu, seusai laga, pelatih Seleccao das Quinas, Carlos Queiroz mengkritik keputusan FIFA yang “melemparkan” tanggung jawabnya kepada wasit Jorge Larrionda dari Uruguay (Baca: Queiroz Kritisi Izin Drogba).

Nah, jelang laga krusial tersebut, kubu Samba berencana meminta FIFA meninjau kembali putusannya terkait gips Drogba yang besar kemungkinan akan diturunkan Sven-Goran Eriksson sebagai starter. Hal itu diungkapkan dokter tim medis Brasil, Jose Luiz Runco.

“Kami akan menghadiri pertemuan teknis dimana soal tersebut (gips Drogba) akan dibahas. Teorinya, ia (Drogba) bakal menggunakan proteksi siku (gips) seperti yang dipakainya di laga lawan Portugal. Kami akan menganalisa dan memberikan pandangan terkait soal tersebut. Jika gips yang digunakan Drogba mengandung unsur metal, maka itu tidak boleh dipakai. Segala sesuatu yang mengandung unsur metal, sejatinya tidak boleh digunakan,” tegas Luiz Runco.

Denmark Singkirkan Kamerun


Liputan6.com, Pretoria:
Denmark membuka peluang ke babak 16 besar Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Kamerun 2-1 (1-1) langsung pada partai kedua Grup E, Ahad (20/6) dini hari WIB. Denmark yang tertinggal lebih dahulu oleh gol Samuel Eto’o membalikkan keadaan lewat gol Nicklas Bendtner dan Dennis Rommedahl.

Sama-sama membutuhkan kemenangan, laga krusial antara Kamerun dan Denmark berlangsung menarik. Partai di Stadion Loftus Versfeld, Pretoria, berlangsung 10 menit, gawang Denmark bergetar. Kecerobohan Christian Poulsen dalam mengoper ke sisi kanan diintersep Achille Emana yang mengirim umpan matang untuk diselesaikan Samuel Eto’o. Kamerun memimpin 1-0.

Denmark perlahan namun pasti mengembangkan tempo cepat ciri khas mereka. “Tim Dinamit” menyamakan kedudukan di menit ke-33. Umpan matang Dennis Rommedahl yang menerima bola jauh Simon Kjaer dituntaskan Nicklas Bendtner dengan cocoran. Kedudukan imbang 1-1. Inilah gol pertama bagi Kamerun dan Denmark di PD tahun ini.

Permainan jadi semakin menarik. Setelah Jon Dahl Tomasson membuang peluang akibat tekel sempurna Alexandre Song di menit ke-42, beberapa detik kemudian Kamerun merespon. Sialnya, sepakan Eto’o menerpa tiang di sisi kanan Sorensen. Tidak berlalu lama sepakan Emana yang didahului terobosan masih bisa dijangkau Sorensen.

Begitu pertandingan dilangsungkan kembali, kedua kesebelasan tetap menampilkan permainan cepat. Lima menit babak kedua berjalan, tendangan jarak jauh Poulsen ditepis Souleymanou Hamidou. Pada menit ke-61 Denmark membalikkan keadaan jadi memimpin 2-1. Gol yang dibangun dari serangan balik cepat yang diselesaikan sepakan kaki kiri Rommedahl setelah melewati Jean Makoun terlebih dahulu.

Setelah tertinggal, Kamerun berusaha menyerang. Namun begitu, pada menit ke-73 gawang mereka terancam. Beruntung Tomasson gagal menuntaskan peluang akibat penyelamatan dari Hamidou. Di menit ke-77 giliran Kamerun yang berpeluang menyamakan kedudukan, tapi tendangan Emana bisa digagalkan Sorensen.

Anak-anak asuhan Paul Le Guen terus berusaha, tapi hingga pertandingan berakhir mereka tidak mampu menyamakan kedudukan. Dengan kekalahan ini The Indomitable Lions menjadi tim pertama yang tersingkir di putaran pertama. Sebaliknya, Denmark meretas asa melangkah lebih jauh.

Denmark yang mengumpulkan tiga poin berada di peringkat ketiga Grup E, di bawah Belanda dan Jepang yang mengumpulkan enam dan tiga poin. Jepang dalam hal ini lebih unggul dalam selisih gol dan pertemuan Denmark versus Jepang di partai pamungkas akan semakin seru. Kamerun yang untuk kedua kalinya kalah di laga terakhir akan bertemu Belanda, tim yang sudah memastikan diri lolos ke babak berikutnya.

Susunan pemain:
Kamerun: Hamidou Souleymanou; Stephane Mbia (kk), Sebastien Bassong (kk) (Mohammadou Idrissou 72), Nicolas Nkoulou, Benoit Assou-Ekotto; Geremi, Enoh Eyong (Jean Makoun 46), Alexandre Song, Achille Emana, Achille Webo (Vincent Aboubakar 78); Samuel Eto’o.
Denmark: Thomas Sorensen (kk); Simon Poulsen, Daniel Agger, Simon Kjaer (kk), Lars Jacobsen; Dennis Rommedahl, Christian Poulsen, Martin Jorgensen (Daniel Jensen 46), Jesper Gronkjaer (Thomas Kahlenberg 67); Jon Dahl Tomasson (Jakob Poulsen 84), Nicklas Bendtner.
Wasit: Jorge Larrionda (Uruguay)

Ghana Buang Kesempatan


Liputan6.com, Rustenburg:
Apes benar Australia. Untuk kedua kali berturut-turut pemain mereka diganjar kartu merah. Setelah Tim Cahill di laga pertama, giliran Harry Kewell diusir wasit akibat handball di mulut gawang pada laga kontra Ghana yang berakhir 1-1 di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Sabtu (19/6). Australia memimpin lebih dulu lewat gol Brett Holman, sebelum disamakan kembali penalti Asamoah Gyan.

Australia bermain lebih baik dibanding ketika dibantai Jerman 4-0. Socceroos memimpin lebih dulu pada menit ke-11. Tendangan bebas Mark Bresciano tidak mampu diantisipasi sempurna kiper Richard Kingson dan bolarebound berhasil dikonversi menjadi gol oleh Brett Holman. Gol tersebut memicu Ghana keluar menyerang.

Memasuki menit ke-25, Kewell diganjar kartu merah langsung wasit Roberto Rosetti karena menghadang laju tendangan Jonathan Mensah dengan lengannya di garis gawang. Hadiah penalti dikonversi dengan sempurna Asamoah Gyan untuk membukukan gol keduanya di Piala Dunia 2010. Skor imbang 1-1.

Ghana mengendalikan permainan. Satu menit sebelum turun minum Australia nyaris kebobolan untuk kedua kalinya. Beruntung kiper Australia Mark Schwarzer dengan brilian menggagalkan tendangan Kevin-Prince Boateng. Kedudukan 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Di awal babak kedua Ghana sepertinya bakal memanfaatkan keuntungan lebih jumlah pemain. Serangan bertubi-tubi dilancarkan. Lima menit sesudah turun minum Gyan mengancam dengan sepakannya, tapi bisa diantispasi Shwarzer. Ghana terus menekan, tapi Australia tidak mau menyerah begitu saja. pada menit ke-75 Australia memperoleh peluang emas yag dibuang Luke Wilkshire saat sudah berhadapan dengan Kingson.

Hingga pertandingan usai, Ghana ternyata gagal mengalahkan Australia yang bermain minus seorang pemain di lapangan. Hasil seri ini membuat tiket babak 16 besar untuk sementara gagal dimiliki Ghana. Meski demikian raihan satu poin ini membuat Ghana memimpin Grup D dengan koleksi empat poin. Australia yang memiliki satu poin, meski tipis, masih berpeluang lolos ke fase knock-out.

Susunan pemain:
Ghana: Richard Kingson; John Pantsil, Jonathan Mensah (kk), Lee Addy (kk), Hans Sarpei; Anthony Annan (kk), Kwadwo Asamoah (Sulley Muntari 77), Dede Ayew, Kevin-Prince Boateng (Matthew Amoah 87), Prince Tagoe (Quincy Owusu-Abeyie 56); Asamoah Gyan.
Australia: Mark Schwarzer; Lucas Neill, Craig Moore (kk), Luke Wilkshire (Nikita Rukavytsya 84), David Carney; Mark Bresciano (Scott Chipperfield 66), Jason Culina, Carl Valeri, Brett Emerton, Brett Holman (Joshua Kennedy 68); Harry Kewell (km).
Wasit: Roberto Rosetti (Italia).

Sneijder Antar Belanda ke Putaran Kedua


Liputan6.com, Durban:
Belanda dengan susah payah menyudahi perlawanan Jepang dengan skor 1-0 dalam laga kedua Grup E di Stadion Moses Mabhide, Durban, Sabtu (19/6). Satu-satunya gol kemenangan yang mengantar Oranje ke babak 16 besar Piala Dunia 2010 dilesakkan Wesley Sneijder lewat tendangan indahnya.

Babak pertama berjalan kurang menarik. Belanda sangat unggul dalam penguasaan bola, namun Jepang bermain sangat disiplin menjaga daerahnya. Belanda tampak kebingungan membongkar pertahanan grendel ala Jepang.

“Samurai Biru” yang berkonsentrasi dalam mengawal barisan belakangnya tercatat dua kali memberi ancaman walau tidak serius. Jepang mengancam melalui sundulan Keisuke Honda dan tendangan on-target Daisuke Matsui. Sedangkan Belanda memberi ancaman dari tendangan salto Dirk Kuyt dan tembakan terarah Rafael van der Vaart yang mudah diantisipasi kiper Eiji Kawashima.

Babak kedua permainan lebih hidup. Tiga menit selepas istirahat Robin van Persie membuka peluang dengan sundulan yang bisa diantisipasi Kawashima. Kebuntuan akhirnya dipecahkan Belanda pada menit ke-53. Wesley Sneijder yang menerima bola sodoran Van Persie menyambutnya dengan tendangan first-time keras tepat di luar kotak penalti yang tidak bisa ditahan Kawashima meski mampu menggapainya.

Belanda memimpin 1-0 lewat gol yang layak dinobatkan sebagai salah satu terbaik di PD 2010. Jepang terlecut untuk keluar menyerang. Yoshito Okubo tercatat dua kali mengancam tapi tidak ada yang mampu mengoyak gawang Maarten Stekelenburg. Pelatih Timnas Jepang Takeshi Okada mengubah lini serangnya dengan memasukkan dua striker sekaligus, Shinji Okazaki dan Keiji Tamada.

Masuknya tambahan striker membuat tekanan Jepang lebih intensif, tapi tidak ada yang membuahkan hasil. Justru Ibrahim Afellay yang masuk sebagai pemain pengganti dua kali memiliki peluang emas. Sayang dua peluang yang sudah berhadapan dengan kiper lawan itu bisa diantisipasi Kawashima. Satu peluang terbaik Jepang datang satu menit sebelum usainya laga, tetapi tendangan voli Okazaki melayang tipis di atas mistar.

Kemenangan 1-0 ini membuat Belanda menjadi tim pertama yang rhak lolos ke putaran kedua. Belanda yang mengantongi enam poin dari dua kali bermain bahkan bukan tidak mungkin memastikan diri sebagai juara grup jika Kamerun dan Denmark bermain seri di Pretoria dini hari WIB nanti. Jepang sendiri masih berpeluang lolos dengan tiga poin di tangan.

Susunan pemain:
Belanda: Maarten Stekelenburg; Gregory van der Wiel (kk), John Heitinga, Joris Mathijsen, Giovanni van Bronckhorst; Mark van Bommel, Nigel de Jong; Wesley Sneijder (Ibrahim Afellay 83), Rafael van der Vaart (Eljero Elia 72), Dirk Kuyt; Robin van Persie (Klaas-Jan Huntelaar 88).
Jepang: Eiji Kawashima; Yuji Nakazawa, Tulio, Yuichi Komano, Yuto Nagatomo; Yuki Abe, Yasuhito Endo, Makoto Hasebe (Shinji Okazaki 77), Daisuke Matsui (Shunsuke Nakamura 64); Keisuke Honda; Yoshito Okubo (Keiji Tamada 77).
Wasit: Hector Baldassi (Argentina).

KomputerUnik in Facebook

Pengikut

 
Di Edit Ku Aditiyo Eka Nugraha | KomputerUnik | Terima kasih kepada semua pendukung KomputerUnik