Welcome to KomputerUnik

Selamat datang di KomputerUnik, yang menyediakan ribuan postingan yang bisa menjadi solusi bagi anda yang sedang bingung. KomputerUnik menyediakan software-software yang mendunia, seperti Office 2010, Adobe Photoshop CS5, dll.

Selain itu terdapat juga fakta-fakta tentang kehidupan, misteri, keanehan serta berita terbaru. KomputerUnik juga melayani apabila ada yang membutuhkan postingan, khususnya software.

Minggu, 23 Mei 2010

10 Fakta Menakjubkan Dari Ubur-Ubur

Fakta pertama :
Jellyfish pertama kali muncul sekitar 650 juta tahun yang lalu dan ditemukan di setiap permukaan laut. Beberapa juga ditemukan banyak di air tawar.

Fakta kedua :
Medusa (Plural Medusae) adalah istilah lain untuk ubur-ubur.
Medusa adalah istilah lain ubur-ubur yang hidupa di yunani, finlandia, portugis, rumania, ibrani, serbia, kroasia, spanyol, perancis, italia, hungaria, polandia, ceko, slowakia, rusia dan bulgaria.


Fakta ketiga :
Karena ubur-ubur bukanlah merupakan spesien dari ikan, kadang banyak terdapat anggapan yang keliru tentang ubur-ubur, oleh karenya American Public Aquariumsk telah mempopulerkan penggunaan istilah jeli laut (sea jellies) sebagai gantinya.

Fakta keempat :
Pada umumnya sekelompok atau sekawanan ubur-ubur ini disebut dengan istrilah bloom atau swarm.

Fakta kelima :
Ubur-ubur tidak memiliki sistem pernafasan karena kulit mereka cukup tipis dan bahwa tubuh mereka telah berisi oksigen oksigen melalui difusi.

Fakta keenam :
Ubur-ubur tidak mempunyai otak atau sistem saraf pusat,
tetapi ubur-ubur memiliki jaringan saraf yang longgar, yang terletak di epidermis, yang juga disebut sebagai "jaring saraf."


Fakta ketujuh :
Ubur-ubur terdiri dari lebih dari 90% air. Sebagian besar massa bagian payung mereka adalah bahan agar-agar (jeli) yang disebut mesoglea, yang dikelilingi oleh dua lapisan sel yang membentuk payung (permukaan atas).
Sedangkan bagian permukaan bawah tubuhnya dikenal dengan sebutan bel.


Fakta kedelapan :
Ubur-ubur memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun dan perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi dan tumbuh menjadi organisme baru.

Fakta kesembilan :
Ubur-ubur memiliki racun yang paling mematikan dan telah menyebabkan setidaknya 5.568 kematian sejak 1954. Setiap tentakel memiliki sekitar 500.000 harpun sindasites yang berbentuk jarum yang menyuntikkan bisa ke korban.


Fakta kesepuluh :

Spesies ubur-ubur terbesar adalah ubur-ubur bersurai singa (the lion’s mane jellyfish). Ubur-ubur ini adalah salah satu hewan yang dikenal terpanjang dan terbesar yang memiliki bel (tubuh) dengan diameter 2,3 m (7 kaki 6 inci) dan tentakel mencapai 36,5 m (120 kaki). Ubur-ubur ini ditemukan pernah terdampar di pantai teluk massachusetts pada tahun 1870.

Misteri Tenggelamnya Kapal Gotheburg

Lebih dua ratus tahun silam, pada September 1745 kapal milik Swedish East India Company (Svenska Ostindiska Companiet atau SOIC) bernama Gotheborg menghantam karang di kawasan luar pelabuhan Gothenburg, Swedia. Kapal ini tenggelam setelah melakukan beberapa misi dagang ke wilayah Tiongkok selama enam tahun.

Kapal Gotheborg adalah salah satu kapal dalam armada dagang SOIC. Sejak SOIC didirikan pada 1731 sampai tahun 1821 saja sudah melakukan 132 ekpedisi dan misi dagang. Dalam kurun waktu ini tercatat delapan kapal dinyatakan hilang atau tenggelam.

Namun satu dari sekian kapal yang tenggelam itu, Kapal Gotheborg dianggap yang paling menyedihkan. Betapa tidak, kapal itu justru karam saat sudah berada di Alvsborg Fortress tepat di gerbang masuk pelabuhan Gothenburg. Walau seluruh kru kapal dan sebagian muatannya berhasil diselamatkan, kapal itu sama sekali tidak tertolong dan terpendam di dasar laut selama 250 tahun.

Pada Maret 1743 kapal Gotheborg sandar di teluk kepulauan Swedia barat persis bersebelahan dengan kepulauan Styrso. Saat itu di awal musim semi dan kapal ini tengah menanti angin berhembus yang bisa mengantarkannya ke luar dari Laut Utara.

Segera Kapten Moreen memberikan perintah untuk berangkat menuju tujuan mereka yang terakhir. Tujuan tersebut adalah Canton (Guang Zhou), di daratan Tiongkok.

Akhirnya kapal ini berlayar dan selama dua setengah tahun dan tak seorangpun yang pernah mendengar apa-apa tentang kapal ini. Dalam catatannya disebut bahwa kapal agak terlambat pulang karena meleset dari jadwal. Sambil menunggu angin muson India, Gotheborg lego jangkar di Batavia selama enam bulan.

http://images.cdn.fotopedia.com/flickr-3531985788-image.jpg

Di Batavia, SOIC juga melakukan perdagangan dan memasok rempah-rempah untuk dibawa kembali ke Eropa. Selama tiga kali pelayarannya bolak balik Swedia-Tiongkok, Gotheborg memang selalu singgah di Batavia. Setelah beristirahat dan melakukan perbaikan kapal, Gotheborg kembali berlayar dari Batavia.

Perjalanan pulang mereka melintasi Samudera Hindia dan Samudera Atlantik memakan waktu yang lama. Dalam jadwal semestinya kapal itu sudah kembali hampir setahun yang lalu.

Lantas di pagi hari 12 September 1745 kapal ini muncul di horizon luar Pelabuhan Gothenburg. Seluruh kru yang sudah bosan dalam pelayaran bersorak, namun tiba-tiba terdengar suara hentakan keras. Kapal ini menghantam karang dan menenggelamkannya.

Diperkirakan 100 ton kargo (rempah, sutera, gula, keramik, keping emas dan perak) ini ikut tenggelam. Tragedi ini ternyata menimbulkan tanda tanya. Apakah memang kapal ini benar-benar menabrak karang? Pertanyaan itu terus bergema selama dua abad. Sejauh ini, penyebab bencana masih misteri. Apa yang sebenarnya terjadi masih belum jelas. Meski sejumlah arsip menemukan dokumen-dokumen yang hilang, rumor tetap saja mengatakan ada sesuatu yang salah.

Penggalian Puing Gotheborg
Tenggelamnya Kapal Gotheborg, menimbulkan pertanyaan besar. Apakah kapal ini benar-benar mengalami kecelakaan atau karena kesengajaan, atau… Selama 250 tahun bangkai kapal tersebut terkubur di dasar laut bersama rahasianya.

Sampai akhirnya, pada tahun 1985, Kapal Gotheborg ditemukan kembali di dasar laut wilayah Swedia. Penemuan itu terjadi secara tak sengaja oleh seorang penyelam amatir. Penemuan bangkai kapal ini menjadi topik hangat berita dunia, karena merupakan bagian dari sejarah maritim perdagangan Swedia dan Kota Gothenburg ke wilayah Tingkok (kini RRC).

Dalam kurun waktu 1986-1992, penggalian kembali sisa-sisa kapal tersebut dilakukan. Dari area penggalian di dasar laut, pecahan dan bangkai kapal dikumpulkan beserta muatan kargonya yang turut tenggelam.

Sembari melakukan penelitian dan penggalian, muncul gagasan untuk membangun replika Kapal Gotheborg. Gagasan untuk membangun ulang kapal sesuai dengan bentuk aslinya itu dimulai sejak Juni 1993 dan akhirnya selesai pada Juni 2003. Seluruh pekerjaan itu dilakukan di galangan kapal Terra Nova di Eriksberg.

Selama sepuluh tahun, replika Kapal Gotheborg dengan menggunakan skala 1:1 akhirnya berhasil diselesaikan. Dua tahun setelah diluncurkan ke laut, kapal tersebut dijadwalkan untuk mengulang jejak sejarah 260 tahun lalu, yakni jalur pelayaran Silk Road on the Sea.

Pelayaran replika Kapal Gotheborg ini juga sekaligus untuk mem peringati 55 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Swedia dan RRC. Bahkan saat pembangunan kapal tersebut, beberapa pejabat RRC termasuk Menteri Luar Negeri dan Wakil Perdana Menteri Wu Yi pernah melakukan kunjungan ke galangan kapal tersebut.

Berbeda dengan armada kapal dagang lainnya seperti Portugis, Spanyol, Belanda atau Inggris, armada dagang SOIC justru disambut meriah dan tetap dikenang sebagai armada dagang "damai" di kawasan Asia khususnya di RRC dan Indonesia.

Kapal replika Gotheborg ini dibangun ulang dengan menggunakan material dari kayu dan dibentuk persis dengan aslinya. Termasuk bagian dek, kabin, bahkan tampilan keseluruhannya. Bedanya, kapal replika ini dilengkapi dengan peralatan navigasi modern, dua mesin Volvo Penta 2 X 22 kWh.

Performa umumnya, kapal replika ini berukuran panjang 58,5 meter (termasuk bowsprit), lebar 11 meter, berbobot 1.150 ton dengan kecepatan jelajah 5- 6 knot (9-11 km/jam) dengan kecepatan maksimum 8 knot (15 km/jam). Selain itu kapal replika ini juga dilengkapi dengan 14 canon (meriam) untuk penembakan penghormatan (salute), sementara kapal aslinya yang tenggelam 260 tahun lalu memiliki 30 buah canon (meriam) dalam beberapa varian kaliber. Artileri kapal itu dulunya hanya digunakan untuk beladiri mengantisipasi kemungkinan serangan kapal-kapal bajak laut (pirates) atau buccaneers (perompak).

Ekspedisi jejak sejarah Gotheborg ini dilepas oleh Raja Swedia Karel Gustaf pada 2 Oktober 2005. Kapal ini berlayar dengan 80 awak kapal, 50 di antaranya pelaut baru.

Dulunya di abad 18, dalam pelayaran dagang SOIC, Gotheborg biasanya mengangkut bahan mentah berupa besi dan kayu. Barang muatan ini akan dijual di Cadiz (Spanyol) untuk mendapatkan mata uang perak (piastres) Spanyol. Mata uang inilah yang digunakan membeli produk-produk Tiongkok yang sangat diminati oleh orang-orang Eropa seperti sutera, keramik/porselin, teh, tumbuhan obat. Namun saat singgah di Batavia dan Jawa, kapal ini juga membeli muatan tambahan berupa rempah-rempah.

Sementara bagi orang-orang Tiongkok pada masa itu, barang-barang Eropa umumnya kurang menarik, mereka justru lebih berminat pada koin-koin perak dan produksi barang-barang yang terbuat dari logam. Ketertarikan yang berbeda terhadap komoditi ini tentunya menghasilkan surplus di kedua belah pihak.

Bayangkan saja, saat Gotheborg tenggelam, sebagian barang-barang yang selamat langsung di lelang di dermaga. Hasil lelang itu bahkan sudah memberi keuntungan pada SOIC sebesar 14%.

Namun pelayaran kapal replika Gotheborg bukanlah untuk misi dagang, melainkan untuk mengenang jejak sejarah misi dagang SOIC Swedia dan mengulang jalur pelayaran Silk road on the Sea, termasuk jalur pelayaran Laksaman Zheng He (Cheng Ho).

Jejak Sejarah Gotheborg

Setelah delapan tahun dikerjakan sejak Juni 1995, replika kapal Gotheborg akhirnya diluncurkan ke laut pada 6 Juni 2003. Setelah melakukan berbagai uji coba pelayaran, diputuskan kapal tiruan ini layak melakukanperjalanan jauh.

Sesuai dengan kapal aslinya, replika ini dijadwalkan akan melakukan perjalanan melintasi jalur sutra laut (Silk Road on the Sea). Termasuk melintasi jalur pelayaran yang pernah dilakukan Laksamana Zheng He (Cheng Ho) 1405-433.

Rute pelayaran replika Kapal Gotheborg ini mengawali pelayarannya sejak 2 Oktober 2005. Kapal berangkat dari pelabuhan Gothenburg (Swedia) menuju Cadiz (Spanyol) melintasi Laut Utara (North Sea) kemudian menyusuri perairan barat Afrika dan menyeberang Samudra Atlantik ke Recife (Brasil). Dari sana kembali menyeberang ke Cape Town lalu singgah lagi di Port Elizabeth (Afrika Selatan).

Dari Port Elizabeth melintasi Samudera Hindia menuju Fremantle (Australia). Setelah sandar di Fremantle, kapal bergerak ke utara melintasi Selat Sunda dan singgah di Jakarta (Indonesia) pada 18 Juni 2006. Di Jakarta, kapal Gotheborg sandar selama 10 hari sebelum melanjutkan rutenya ke Guang Zhou (RRC). Lalu meneruskannya ke Shanghai (RRC). Dari Shanghai kapal memutar dan singgah di Victoria (Hongkong). Menurut rencana dari Hongkong kapal akan singgah di Singapura pada 30 Desember 2006.

Dari Singapura, perjalanan diteruskan melintasi Selat Malaka berbelok ke Samudera Hindia dan memasuki gugus kepulaun Republik Mauritus dekat Madagaskar. Kemudian kapal berbelok ke Port Elizabeth lalu ke Cape Town. Dari sini kembali melintasi Samudera Atlantik dan singgah di Ascension Island (Inggris).

Lalu pelayaran berlanjut hingga ke Azores (Portugis). Dari kepulauan wilayah Azores akan berbelok menuju London (Inggris). Setelah singgah di London, kapal Gotheborg akan mengakhiri pelayarannya dan kembali ke Gothenburg pada September 2007.

Total seluruh rute tempuh kapal Gotheborg pergi pulang akan melintasi jarak sejauh 37.000 mil laut atau 68.524 km.

Namun rute perjalanan itu kemungkinan bisa saja dievaluasi. Alternatif jalur pelayaran lainnya adalah melakukan perjalanan potong kompas dari Terusan Suez melintasi Laut Mediterranian.

Misteri Titanic & Kutukan Pharaoh Amen – Ra

Pada tanggal 14 April 1912, kapal “Titanic”, yang menjadi kebanggaan perusahaan angkutan laut “White Star Line”, pada waktu perjalanannya yang pertama dari London menuju New York, membentur sebuah gunung es di sebelah Selatan dari Newfoundland, dan tenggelam dengan sebagian besar awak kapal dan penumpang-penumpangnya.

http://images1.fanpop.com/images/image_uploads/The-Titanic-rms-titanic-850081_550_309.jpg
Tenggelamnya kapal “Titanic” itu, yang masih tetap merupakan bencana pelayaran yang paling mengerikan dalam abad ini, menyebabkan kematiannya 1.675 orang manusia. Apakah yang sebenarnya telah terjadi?

Bagaimanakah Raksasa Lautan Pasifik itu, yang pada waktu itu dianggap sebagai sebuah kapal laut yang paling indah, serta paling besar dan paling aman, di dunia, dapat mengalami nasib demikian buruk dan tenggelam?


Usaha-usaha penyelidikan, yang kemudian diadakan, tidak pernah berhasil untuk menjelaskan sepenuhnya sebab-musabab bencana itu. Jadi, para penyelidik tidak pernah dapat menemukan sebab-sebabnya, mengapa Kapten Smith, yang memegang komando atas kapal itu, bertindak demikian aneh.

Smith merupakan seorang pelaut yang hebat, sangat berpengalaman dalam perjalanan pelayaran mengarungi samudera, dan dia mengenal jalan-laut dari London ke New York seperti telapak tangannya sendiri.

Akan tetapi, pada hari terjadinya bencana itu, dia mempunyai tindak-perbuatan yang sangat aneh, di antaranya yang paling jelas adalah, bahwa dia telah mengambil jalan yang tidak umum dan telah berlayar dengan kecepatan melampaui batas; dan lagi, bahwa dia, secara tidak masuk akal, tidak mau minta pertolongan kapal lain, yang berlayar juga di daerah itu.

http://www.monkeymagic.net/wp-content/uploads/2008/03/wwwmuseumsstokegovuk.jpg

Dan yang lebih mengherankan lagi adalah adanya kenyataan, bahwa para penyelidik telah dapat mengumpulkan keterangan dari para penumpang, yang tidak menjadi korban bencana, bahwa Kapten Smith tidak memberitahukan cara menyelamatkan diri sampai pada saat yang terakhir. Segala sesuatunya menunjukkan, bahwa Kapten Smith telah kehilangan kesadarannya.

Walaupun demikian, semua kenyataan itu sama sekali belum memberikan suatu penjelasan. Kenyataan-kenyataan itu malahan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain. Apakah sebenarnya yang menimbulkan keadaan, di mana Kapten Smith seakan-akan kehilangan ingatan itu?

Dalam suatu usaha maksimal untuk menemukan suatu penjelasan, yang masuk akal, mengenai kejadian-kejadian aneh itu, beberapa orang wartawan, yang telah ditunjuk untuk mengikuti penyelidikan sebab-musabab bencana itu, berhasil mengemukakan suatu dugaan, yang sangat mengejutkan.

Pada waktu terjadinya bencana itu, “Titanic” mengangkut 2.200 orang penumpang, 40 ton kentang, 1.200 botol aer-belanda, 7.000 karung kopi, 3.500 butir telor, dan lain-lainnya …. dan sebuah mumi Mesir.

Mumi itu adalah milik seorang pengumpul Inggris, Lord Canterville, yang menyuruh mengangkutnya dari London ke New York, di mana sedang diadakan pameran benda-benda Mesir kuno.

http://www.catchpenny.org/images/mummy3.gif

Mumi itu adalah mayat seorang tukang ramal, yang hidup dalam jaman Amenophis IV; makamnya telah diketemukan di Tell el-Amarna. Mumi itu, seperti halnya mumi-mumi Mesir lainnya, mengenakan sangat banyak benda – benda ajimat.

Terutama di bawah kepalanya, terdapat sebuah amulet, yang berisi gambar Dewa Osiris, disertai tulisan, yang berbunyi sebagai berikut: “Bangunlah dari tidur anda, yang nyenyak; sorot mata anda akan mengalahkan segalanya, yang dilakukan terhadap anda”.

Tambahan lagi, benda antik itu, karena nilainya yang luar biasa, tidak dimuat dalam ruangan barang-barang. Ditutup rapat dalam sebuah peti kayu, yang kokoh kuat, mumi itu ditaroh di belakang tempat komando Kapten Smith.

Dalam “Magic Egypt” (= Mesir yang gaib), London tahun 1961, John Newbargton menulis sebagai berikut: “Mummi itulah, yang menyebabkan kegilaan Kapten Smith. Mumi itu pasti diperlengkapi dengan sistim perlindungan berdasarkan pemancaran radioaktif, yang juga telah merusak semua alat pelayaran dari kapal ‘Titanic’ “.

Piramida Chichen Itza

Piramida Maya terkenal Chichen Itza dalam bahasa suku Maya secara harfiah berarti: “Mulut sumur dari Itza”, nama Chichen Itza adalah kata Maya: CHI (mulut), CHEN (baik) dan Itza (dari suku Itza), terletak 75 mil timur Merida, Ibukota Negara Bagian Yucatan, Meksiko.Situs arkeologi ini adalah keajaiban dunia dengan nilai yang paling penting dari kebudayaan Maya yang meliputi wilayah sekitar enam mil persegi.

Karakteristik arsitektural Chichen Itza yang memiliki hubungan langsung dengan gaya Toltec Maya adalah: “El juego de la Pelota”, “El Castillo”, “El Grupo de las Mil Columnas”, “El tzompantli”, El Edificio de las Aguilas “,” El templo de los Guerrerros “, dan” El Mercado “. Semua bangunan tersebut memiliki motif hiasan yang sama ditemukan di Tula. Representasi-representasi yang paling sering adalah pejuang dan Quetzalcoatl.

situs arkeologi

Daya tarik utama adalah piramida utama, sebuah bentuk persegi yang tingginya sekitar 75 kaki, El Castillo de la Emplumada Serpiente, yang berarti “Benteng dari Serpent berbulu,” yang digambarkan di atas. Ular berbulu adalah dewa populer di berbagai kebudayaan Mesoamerika. “El Castillo” pasti tempat diadakan upacara keturunan Kukulkan. Piramida memiliki tata letak astronomi khusus sehingga permainan cahaya dan bayangan terbentuk.

situs bersejarah

Kuil Chac Mool, pada dinding dan interior yang ada ukiran pilar berwarna dan penuh dengan ular berbulu, prajurit, dan imam. Bangunan atas hanya sebagian sebenarnya mencerminkan kemegahan. Ada tiga topeng diukir dengan hidung yang sangat panjang di dinding luar dan di sudut-sudut. Pada dinding bagian dalam kubah terdapat mural dengan adegan perang dan kehidupan sehari-hari. Altar meja dan bangku mungkin digunakan sebagai tempat duduk dan takhta untuk pejabat.

tempat bersejarah

Chichen Itza pertama kali dihuni antara 500 dan 900 Masehi oleh Maya tetapi untuk beberapa alasan maka ditinggalkan sekitar 900 dan 100 tahun kemudian diserang oleh Toltecs dari Utara. Ada banyak yang berkurang misalnya kedua dewa Maya termasuk dewa Chac dan Toltec termasuk Quetzacoatl. Untuk beberapa alasan kota itu ditinggalkan sekitar tahun 1300. Jika Spanyol tidak membuat kebijakan untuk membunuh semua imam Maya dan membakar buku-buku ketika mereka tiba di Meksiko, kita semua akan memiliki jawaban lagi.

Chichen Itza-Ketika pertama kali diselesaikan sebetulnya terutama menggambarkan pertanian. Selama Fase Sentral Periode Classic, disebut sebagai seni kemekaran bunga, (625-800 M) dan sains berkembang di sini. Itu saat dimana Chichen Itza menjadi pusat keagamaan penting, dibuktikan oleh bangunan yang didirikan: Red House, House of the Rusa, Wihara Biksuni, Gereja, Dzib Akab, Kuil Tiga Lintels dan House of Phalli.

Menjelang akhir Periode Classic, 800-925 AD, dasar-dasar peradaban megah ini lemah, dan Maya meninggalkan pusat agama mereka dan daerah pedesaan di sekitar mereka. Kemudian dibangun pusat-pusat yang lebih kecil dan kota-kota besar seperti Chichen Itza dikunjungi hanya untuk melakukan ritual keagamaanatau menguburkan orang mati. Orang-orang meninggalkan kota Itza pada akhir abad ke-7 Masehi dan tinggal di pantai semenanjung barat selama sekitar 250 tahun. Namun, pada abad ke-10 Masehi mereka kembali ke Chichen Itza.

suku maya

Sekitar tahun 1000 Masehi Itza bersekutu dengan dua suku kuat, Xio dan Cocom, keduanya mengaku sebagai keturunan orang-orang Meksiko. Aliansi ini menguntungkan Itza selama sekitar dua abad. Selama waktu ini, orang-orang dari Chichen Itza menambahkan situs gedung-gedung megah bantalan sentuhan seni Toltec: beranda, galeri, tiang-tiang dan ukiran yang menggambarkan ular, burung dan dewa Meksiko.

Toltec mempengaruhi cara Itza yang lebih dari sekedar arsitektur. Mereka juga taat pada Itza agama mereka, yang berarti pengorbanan manusia dalam skala besar. Mereka memperluas wilayah kekuasaan mereka di Yucatan utara dengan aliansi dengan Mayapan dan Uxmal. Sebagai dasar politik Chichen Itza, kota ini ditambahkan bahkan dengan bangunan lebih spektakuler: Observatorium, Kukulkan Piramid, Kuil Warriors, MK Ball, dan Kelompok Kolom Seribu. Kuil Warriors telah dipahat dengan pilar relief, yang banyak mempertahankan warna asli mereka. Mural pernah menghiasi dinding-dindingnya. Hal ini dikelilingi oleh banyak bangunan hancur yang dikenal sebagai Grup dari Kolom Seribu. Pada 1194, aliansi Mayapan pecah antara Chichen dan Uxmal, dan kota ini secara bertahap terbengkalai.

10 Top Skor Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

http://www.republika.co.id/images/ronaldo_andalan_brasil_saat_melawan_100428145005.jpg

Ronaldo, andalan Brasil, saat melawan Jerman dalam Top Skor Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

10. Teifilo Cubillas (Peru) - mencetak 10 gol (Piala Dunia 1970, 1978 dan 1982).
Cubillas masih tercatat sebagai pemain terbaik Peru sepanjang masa. Ia berperan besar dalam membawa negaranya melaju sampai perempat final 1970. Delapan tahun kemudian, ia mencetak sebuah gol indah di Piala Dunia Argentina.

9. Gary Lineker (Inggris) - 10 gol (1986, 1990).
Topskor di Piala Dunia 1986 dengan mencetak enam gol. Ia kemudian mencetak empat gol lagi di Piala Dunia 1990 saat Inggris menjadi juara keempat.

8. Gabriel Batistuta (Argentina) - 10 gol (1994, 1998, 2002).
Striker legendaris Argentina ini dikenal dengan tendangan kaki kanannya yang sangat keras. Ia membuat gol saat berada di puncak karier pada Piala Dunia 1994 dan 1998, dan juga sempat mencetak gol saat menjadi veteran di Piala Dunia 2002.

7. Helmut Rahn (Jerman Barat) - 10 gol (1954, 1958).
Pemain berjulukan 'The Cannon from Essen' ini dikenal berkat dua golnya di Piala Dunia 1954 ke gawang Hongaria dan membantu Jerman meraih juara dunia untuk pertama kalinya. Ia mencetak sepuluh gol hanya dalam sembilan pertandingan.

6. Jurgen Klinsmann (Jerman) - 11 gol (1990, 1994, 1998).
Striker haus gol yang mencetak gol di tiga Piala Dunia secara berturut-turut dan menjalin kerjasama mengesankan dengan Rudi Voller di Piala Dunia 1990 dan 1994.

5. Sandor Kosics (Hongaria) - 11 gol (1954).
Kosics hanya sekali bermain di Piala Dunia. Ia merupakan pemain kunci dalam tim Hongaria yang tampil luar biasa di tahun 1954. Ia membuat gol di setiap pertandingan, kecuali di final saat timnya secara mengejutkan kalah dari Jerman.

4. Pele (Brasil) 12 gol (1958, 1962, 1966, 1970).
Pemain yang dijuluki 'The King' ini sudah mendunia di usia 17 tahun. Ia mencetak dua gol di final Piala Dunia 1958 dan membawa Brasil mengalahkan Swedia. Ia menutup kariernya di Piala Dunia 1970 dengan membuat satu gol di pertandingan final saat timnya mengalahkan Italia 4-1.

3. Just Fontaine (Prancis) - 13 gol (1958).
Seperti halnya Kosics, Fontaine hanya tampil di satu Piala Dunia. Namun sampai saat ini ia adalah topskor dengan gol terbanyak dalam sebuah turnamen, dengan mencetak 13 gol saat membawa Prancis menjadi juara ketiga di Piala Dunia 1958.

2. Gerd Muller (Jerman Barat) - 14 gol (1970, 1974).
Disebut-sebut sebagai striker kotak penalti terbaik sepanjang masa. Muller mencetak sepuluh gol saat Jerman Barat menjadu juara ketiga di Piala Dunia 1970. Ia kemudian membuat empat gol pada 1974, termasuk gol penentu kemenangan negaranya atas Belanda di pertandingan final.

1. Ronaldo (Brasil) - 15 gol (1994, 1998, 2002, 2006).
Pemain legendaris ini dikenang berkat penampilan gemilangnya di Piala Dunia 2002. Selain membawa Brasil menjadi juara, Ronaldo juga menjadi topskor dengan mencetak delapan gol, termasuk dua gol di pertandingan final ke gawang Jerman.

KomputerUnik in Facebook

Pengikut

 
Di Edit Ku Aditiyo Eka Nugraha | KomputerUnik | Terima kasih kepada semua pendukung KomputerUnik